<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3585">
 <titleInfo>
  <title>Goresan ditengah kesibukan berbagai catatan seputar pandemi global covid - 19 di Indonesia</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Syam, Ari Fahrial</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>PIP Interna</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>97 hlm. ;  25 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Salah satu topik yang dibahas dalam buku ini adalah mengenai bahaya infeksi COVID-19 sebagai “great imitator”. Infeksi SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19, ternyata menimbulkan manifestasi klinis yang beragam. Sebagian besar penderita COVID-19 memang mengalami gejala saluran pernapasan, seperti batuk, pilek, atau demam, tetapi tidak sedikit penderita yang mengalami gejala di organ lain, seperti saluran pencernaan, bahkan mata dan kulit.&#13;
Selain dari sisi medis, buku ini juga membahas sisi politik penanganan pandemi COVID-19. Dalam buku ini dijelaskan berbagai upaya dan kebijakan pemerintah untuk mengendalikan penyebaran virus corona, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan penerapan protokol kesehatan, serta dilema dan tantangan yang dihadapi dalam penerapan kebijakan-kebijakan tersebut.&#13;
Buku ini juga mengajak pembaca untuk mengenal konsep “new normal” dan “herd immunity”. Istilah new normal menjadi penting untuk dipahami mengingat masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa “new normal” berarti “sudah normal”. Anggapan ini membuat masyarakat lalai dalam menjalankan protokol kesehatan. Padahal makna sebenarnya dari konsep ini adalah mengajak masyarakat untuk kembali beraktivitas secara produktif dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Perubahan Sosial</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Epidemi</topic>
 </subject>
 <classification>303.4 Sya g</classification>
 <identifier type="isbn">9786025532375</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara </physicalLocation>
  <shelfLocator>303.4 Sya g</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">FK00005375</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Fakultas Kedokteran</sublocation>
    <shelfLocator>303.4 Sya g</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>22022101.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>3585</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-02-17 08:52:32</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-02-03 07:55:04</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>